Risiko Berbahaya Setelah Operasi Penurunan Berat Badan

 

 

Reckonwordwide.com – Menurut kebanyakan orang Amerika yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan maka melakukan operasi penurunan berat badan menjadi salah satu solusi alternatif yang cukup membantu. Tetapi, study terbaru memaparkan operasi penurunan berat badan justru akan menyebabkan risiko yang berbahaya.

Akibat dari operasi tersebut membuat sel darah merah hilang dalam jangka yang lama. Sebuah study kepada veteran Amerika Serikat menyebutkan adanya risiko anemia tertinggi yang akan terjadi nanti 10 tahun yang akan datang setelah melakukan operasi penurunan berat badan.

Penemuan tersebut diutarakan oleh Dr Dan Eisenberg seorang ahli bedah bariatrik di Stanford School of Medicine.

Anemia merupakan gejala umum pada pasien yang sudah melakukan bypass lambung. Penelitian tersebut memperhatikan level keparahan pada pasien terlebih bagi pasien yang tidak memperoleh perawatan yang layak.

Adanya penelitian mengenai operasi penurunan berat badan dan risiko mengidap anemia memperlihatkan komplikasi ketika pembedahan seperti mengalami kekurangan mineral serta vitamin.

Pada studi terbaru itu, tim Eisenberg mengacak hasil pada 74 pria yang lebih tua, rata-rata berumur 51 tahun. Mereka melakukan operasi penurunan berat badan yang biasa disebut bypass gastro-en-Y.

Tingkat masalah anemia sebelum operasi yaitu sekitar 20% kemudian setelah berlangsung 10 tahun setelah operasi jumlah yang mengalami masalah anemia mengalami peningkatan hingga 47%.

Sebaiknya setelah melakukan operasi tetap melakukan konsultasi pada dokter secara rutin. Tidak hanya itu, harus tetap mengkonsumsi suplemen yang disarankan oleh dokter untuk meningkatkan jumlah sel darah merah. Penelitian tersebut diumumkan pada 20 September 2017 di jurnal JAMA Surgery.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *